Social Icons

Minggu, 04 Mei 2014

Pertumbuhan dan Perkembangan


Apakah Anda pernah memelihara tumbuhan di halaman rumah?
Pernahkah Anda memerhatikan pertumbuhan tumbuhan? Misalnya, biji kacang merah. Jika Anda perhatikan, biji kacang merah sekecil itu jika
disimpan pada tempat yang lembab dan basah, biji tersebut dapat tumbuh.
Mula-mula Anda akan melihat pertumbuhan bakal akar yang tumbuh ke arah bawah biji. Lama-kelamaan, bakal akar tersebut terus memanjang bahkan mampu mengangkat biji dari permukaan tanah. Perkembangan selanjutnya ditandai oleh membukanya kulit biji dan kedua keping biji yang terbentuk seperti daun.

Jika Anda amati lebih lama, pertumbuhan yang terjadi pada biji tersebut
akan terus terjadi seperti bertambahnya tinggi tanaman dan terbentuknya
helaian daun baru. Sungguh besar kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, biji
sekecil itu dapat tumbuh menjadi tumbuhan utuh. Perubahan yang terjadi
pada tumbuhan tersebut menandakan bahwa tumbuhan mengalami
pertumbuhan dan perkembangan. Apakah yang dimaksud dengan
pertumbuhan dan perkembangan? Faktor apa sajakah yang memengaruhinya?

Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Apa sebenarnya pertumbuhan itu? Apa perbedaan pertumbuhan dengan
perkembangan?

1. Pertumbuhan
Secara harfiah, pertumbuhan diartikan sebagai perubahan yang dapat
diketahui atau ditentukan berdasarkan sejumlah ukuran atau kuantitasnya.
Pertumbuhan meliputi bertambah besar dan bertambah banyaknya sel-sel
pada jaringan.
Dengan Kata lain Peristiwa perubahan biologis pada makhluk hidup yang berupa
pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi, dan sebagainya)
disebut pertumbuhan. Pertumbuhan bersifat irreversibel atau
tidak dapat kembali seperti semula. Pertumbuhan dapat terjadi
karena di dalam tumbuhan terdapat jaringan meristematis.

2. Perkembangan
Perkembangan makhluk hidup lebih tepat diartikan sebagai suatu
perubahan kualitatif yang melibatkan perubahan struktur serta fungsi yang
lebih kompleks. Seperti yang telah Anda ketahui, organ kulit pada manusia
tumbuh bersamaan dengan bertambahnya ukuran tubuh. Akan tetapi, ketika
mencapai kedewasaan, hanya pada bagian tertentu dari tubuh kita mulai
bermunculan rambut tambahan. Selain itu, organ-organ tertentu mulai
tumbuh membesar, seperti bagian dada pada perempuan dan jakun pada
laki-laki. Mengapa semua itu hanya tumbuh pada masa tertentu saja, tidak
bersamaan dengan pertumbuhan organ lainnya? Suatu hal yang patut kita
pahami dalam perkembangan adalah adanya diferensiasi sel.

Diferensiasi Sel dapat diartikan sebagai perubahan sel menjadi bentuk lainnya
yang berbeda baik secara fungsi, ukuran, maupun bentuk. Contoh mudah
mengenai diferensiasi dapat Anda temukan pada pembentukan bunga. Amati
dari mana bunga tersebut berasal. Apakah sama dengan awal mulanya tumbuh
tunas? Mengapa pada bagian tersebut yang tumbuh justru bunga? Diferensiasi
juga terjadi pada bagian tubuh manusia, yakni pada pembentukan sel-sel
kelamin (gonad) ketika embriogenesis. Contoh lainnya pada proses
pembentukan anak ayam dari embrio dalam telur. Pada proses diferensiasi,
dapat terjadi dua hal penting, yakni perubahan struktural yang akan
mengarah pada pembentukan organ, serta perubahan kimiawi yang dapat
meningkatkan kemampuan sel.

a. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan yang terjadi selama fase embrio sampai perkecambahan
merupakan contoh pertumbuhan primer. Struktur embrio terdiri atas tunas
embrionik yang akan membentuk batang dan daun, akar embrionik yang
akan tumbuh menjadi akar, serta kotiledon yang berperan sebagai penyedia
makanan selama belum tumbuh daun.
Jika biji berkecambah, struktur yang pertama muncul adalah radikula
yang merupakan bakal akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil
dan merupakan struktur yang berasal dari akar embrionik. Pada bagian ujung
atas, terdapat epikotil, yakni bakal batang yang berasal dari tunas embrionik.
Tahap awal pertumbuhan pada tumbuhan monokotil berbeda dengan
dikotil. Pada monokotil, akan tumbuh koleoptil sebagai pelindung ujung bakal
batang. Begitu koleoptil muncul di atas permukaan tanah, pucuk daun pertama
akan muncul menerobos koleoptil. Biji masih tetap berada di dalam tanah dan
memberi suplai makanan kepada kecambah yang sedang tumbuh. Perkecambahan
seperti ini dinamakan perkecambahan hypogeal

Pada dikotil tidak muncul koleoptil. Dari dalam tanah, kotiledonnya akan muncul ke
atas permukaan tanah bersamaan dengan munculnya daun pertama.
Kotiledon akan memberi makan bakal daun dan bakal akar sampai keduanya
dapat mengadakan fotosintesis. Itulah sebabnya, lama-kelamaan kotiledon
menjadi kecil dan kisut. Perkecambahan yang kotiledonnya terangkat ke
permukaan tanah dinamakan perkecambahan epigeal.

b. Pertumbuhan Sekunder
Semakin tua, batang tumbuhan dikotil akan semakin membesar. Hal ini
disebabkan adanya proses pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder
ini tidak terjadi pada tumbuhan monokotil. Bagian yang paling berperan
dalam pertumbuhan sekunder ini adalah kambium dan kambium gabus
atau felogen. Ke arah dalam, kambium akan membentuk pembuluh kayu
(xilem), sedangkan ke arah luar kambium akan membentuk pembuluh tapis
(floem). Kambium pada posisi seperti ini dinamakan kambium intravaskular.
Sel-sel parenkim yang terdapat di antara pembuluh, lama-kelamaan
berubah menjadi kambium. Kambium ini dinamakan kambium intervaskular.

Link Terkait

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar