Social Icons

Senin, 05 Mei 2014

Faktor Eksternal yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembanganan


Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa pertumbuhan dan perkembangan selain dipengaruhi faktor Internal juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal (lingkungan).
Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat besar.  Faktor-faktor lingkungan tersebut meliputi:

1) Makanan (Nutrisi)
Semua makhluk hidup membutuhkan makanan (nutrisi) untuk sumber energi. Unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah besar yang disebut elemen makro atau unsur makro. Elemen makro terdiri atas karbon, oksigen,hidrogen,nitrogen,sulfur, fosfor, kalium, dan magnesium. Selain itu, ada elemen yang disebut elemen mikro atau unsur mikro seperti besi, klor,tembaga, seng, molibdenum, boron, dan nikel.
Elemen mikro adalah unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah sedikit.
Keadaan fisiologis berupa kekurangan elemen makro atau mikro disebut defisiensi.
Defisiensi yang terjadi pada tumbuhan akan berpengaruh terhadap proses pertumbuhan.
Contohnya, daun tumbuhan akan menguning jika kekurangan besi (Fe), karena Fe berfungsi dalam pembentukan klorofil.
Selain itu, besi merupakan salah satu unsur yang diperlukan pada pembentukan enzim enzim pernapasan yang mengoksidasi karbohidrat menjadi karbondioksida dan air.
Contoh lainnya, jika tumbuhan kekurangan unsur fosfor, tepi daunnya akan menggulung.

2) Suhu
Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan karena berhubungan dengan kemampuan melakukan fotosintesis, translokasi, respirasi, dan transpirasi.
Tumbuhan memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. 
Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman secara ideal. Selain suhu optimum, tanaman juga mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima olehnya.
Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup.
Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan bertahan hidup.
Sebagian besar tumbuhan memerlukan temperatur sekitar 10°–38°C untuk pertumbuhannya.

3) Cahaya
Cahaya berperan penting dalam proses fotosintesis.
Apabila makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesis berkurang atau bahkan tidak ada, jaringan menjadi mati karena kekurangan makanan. Namun demikian cahaya yang dibutuhkan tumbuhan jumlahnya tidak boleh terlalu banyak. Cahaya yang berlebihan justru akan menghambat pertumbuhan. Demikian juga kekurangan cahaya juga berakibat buruk bagi tanaman.
Contoh akibat dari hasil fotosintesis yang berkurang misalnya tanaman yang tumbuh di ruangan gelap, ukuran batangnya jauh lebih panjang dibandingkan tumbuhan yang memperoleh cukup cahaya matahari.
Tanaman ini berwarna pucat dengan batang lemah dan kurus.
Pertumbuhan dalam tempat gelap semacam ini disebut etiolasi.

Adanya perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan lamanya pencahayaan yang diterima oleh tumbuhan. Pada daerah yang memiliki empat musim, kadang-kadang waktu siang lebih lama daripada waktu malam atau waktu malam lebih lama daripada waktu siang.
Respons tumbuhan terhadap lama pencahayaan dinamakan fotoperiodisme.
Respons tumbuhan yang dimaksud adalah pertumbuhan, perkembangan, dan produksi.

Fotoperiodisme dikendalikan oleh fitokrom
Fitokrom adalah suatu protein berwarna biru pucat yang terdistribusikan pada jaringan tumbuhan berkonsentrasi rendah serta mampu menerima cahaya merah dan infra merah.
Berdasarkan respon tumbuhan terhadap waktu terang atau waktu gelap, tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan hari pendek (short-day plant), tumbuhan hari panjang (long-day plant), dan tumbuhan hari netral (neutralday plant). Penggolongan ini sebenarnya bergantung waktu gelap.

Tumbuhan hari pendek adalah tumbuhan yang membentuk bunga jika lamanya waktu malam lebih panjang daripada waktu siang. Tumbuhan yang tergolong hari pendek adalah kedelai, tembakau, stroberi dan Chrysanthemum indicum.

Tumbuhan hari panjang adalah tumbuhan yang membentuk bunga jika lamanya waktu malam lebih pendek daripada waktu siang. Tumbuhan yang termasuk long-day plant adalah gandum, bit, dan bayam.
Tumbuhan hari netral adalah tumbuhan yang berbunga jika lamanya waktu siang sama dengan waktu malam. Tumbuhan yang tergolong neutralday plant adalah jagung, kacang merah, mentimun, dan kapas.

4) Kelembapan
Tanah lembap sangat cocok untuk pertumbuhan, terutama saat perkecambahan biji.
Hal ini karena tanah lembap menyediakan cukup air untuk mengaktifkan enzim dalam biji serta melarutkan makanan dalam jaringan. Tingkat pengaruh kelembapan udara atau tanah pada tumbuhan berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan kelembapan udara dan kelembapan tanah yang tinggi, misalnya lumut hati. Sebaliknya, ada juga tanaman yang tumbuh dengan baik pada dengan kelembapan udara dan tanah kelembapan rendah, misalnya Aloe vera (lidah buaya) dan beberapa jenis tanaman anggrek.

5) Air dan mineral
Tumbuhan membutuhkan air, CO2, dan mineral. Air dan CO2 merupakan bahan utama untuk berlangsungnya fotosintesis.
Gas CO2 diambil melalui stomata dan lentisel.
Adapun air dan mineral diambil dari tanah melalui akar, kecuali pada tumbuhan tertentu, misalnya tanaman kantong semar (Venus sp). atau Nephentes sp.). Tanaman ini memperoleh senyawa nitrogen (protein asam amino) dan mineral dari serangga yang masuk perangkapnya.
Air juga sangat diperlukan dalam perkecambahan biji.
Saat perkecambahan, air digunakan untuk mengaktifkan enzim-enzim dalam biji. Tanpa air, perkecambahan biji akan tertunda (dormansi).

Mineral sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan.
Misalnya pembentukan klorofil sangat membutuhkan mineral Mg.
Mineral yang diperlukan oleh tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen. Elemen mineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut makroelemen, sedangkan elemen mineral yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut mikroelemen.

6) pH
Derajat keasaman tanah (pH tanah) sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan. Pada kondisi pH tanah netral unsur-unsur yang diperlukan, seperti Ca, Mg, P, K cukup tersedia. 
Adapun pada pH asam, unsur yang tersedia adalah Al, Mo, Zn, yang dapat meracuni tubuh tumbuhan.

7) Ketersediaan oksigen
Setiap makhluk hidup memerlukan oksigen untuk respirasi aerob dalam tubuh. Melalui respirasi aerob, tumbuhan dapat memperoleh energi untuk pertumbuhannya.
Oleh karena itu, biji-biji tidak akan berkecambah tanpa adanya oksigen.

Khusus pada perkembangan, selain ditentukan oleh faktor faktor di atas juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya,di antaranya letak sel dalam jaringan.
Meristem sekunder yang terletak di daerah lingkaran kambium berfungsi memperbesar diameter batang tanaman. Hal ini terjadi karena kambium selalu membelah ke arah samping. Sel-sel kambium yang terletak di bagian dalam akan terdiferensiasi menjadi xilem dan bagian luar akan terdiferensiasi menjadi floem. Kambium akan membelah kembali dan terjadi pengulangan proses seperti di atas. 
Pada akhirnya, sel yang terletak di bagian sebelah dalam kambium membentuk jaringan xilem, sedangkan ke arah luar membentuk jaringan floem.
Demikian faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

 Link Terkait

Penertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Faktor Internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar